Headlines News :
Home » , » Kini Simbol Emoticon Jadi Pilihan Curhat Pelajar

Kini Simbol Emoticon Jadi Pilihan Curhat Pelajar

Illustrasi Ponsel berfitur Emotion                               
Metrolima.com - Emoticon menjadi alternatif para pelajar mengungkap perasaan, yang menggantikan curahan hati (curhat) saling berhadapan atau Face to face Communication, Rasa galau, bahagia, atau sensitif diungkap melalui symbol-simbol emoticon.


“Motivasi itulah yang menjadi latarbelakang dimanfaatkannya emoticon sebagai alternatif curhat para pelajar,” ujar Widya Fajriani, satu dari tiga mahasiswi program studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Teknologi Informasi Universitas YARSI Jakarta, tentang kesimpulan penelitian untuk mengetahui dorongan/motivasi pelajar menggunakan emoticon dalam berkomunikasi, kepada wartawan, kemarin.

Dijelaskannya, penelitian itu juga untuk mengetahui manfaat serta dampak penggunaan emoticon di kalangan pelajar. Emoticon, katanya, dapat digunakan dalam kegiatan interaksi sosial karena dengan emoticon seseorang dapat mengirim perasaannya lewat icon atau simbol. Dengan kata lain interaksi atau komunikasi yang selama ini dilakukan secara berhadapan atau face to face dapat digantikan dengan cara menggunakan emoticon. Seperti yang dilakukan obyek penelitiannya di kalangan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3  angkatan 2013-2014.

 "Ketika sedang merasa bahagia maka simbol emoticon yang menggambarkan kebahagiaan diikutkan dalam pesan singkat yang dikirim. Berinteraksi dengan menggunakan emoticon akan lebih mudah karena kita bisa menulis pesan secara singkat ditambah simbol-simbol seperti sedang bahagia, serius atau bercanda," terangnya didampingi  Yulia Wijayanti dan Endang Utami. 

Kata Emoticon berasal dari gabungan dua kata, yaitu emotion dan icon,  yang secara spesifik menggambarkan ekspresi wajah atau postur tubuh dalam rangka menyampaikan emosi atau sikap dalam surat elektronik dan pesan singkat.

Adapun metodologi populasi penelitian dengan kuesioner, yang telah dirancang guna memperoleh data. Dari sejumlah siswa MAN 3 Jakarta  yang terdiri dari siswa kelas X dan XI  diambil 50 siswa secara acak sederhana sebagai sampel.

 "Dari hasil kuesioner tersebut dapat ditarik sebagai kesimpulan bahwa mayoritas pelajar sudah paham tentang emoticon, sebagian besar pelajar merasa lebih akrab jika berkomunikasi dengan menggunakan emoticon. Serta berinteraksi atau berkomunikasi dengan menggunakan emoticon sangat efektif. Komunikasi dengan menggunakan emoticon pada pesan singkat lebih enak, nikmat, positif  serta dapat menghindari kesalahpahaman," katanya. 

Pernyataan Widya diamini Yulia Wijayanti. Menurutnya, penelitian ini melibatkan 50 responden yang berasal dari siswa MAN 3 Jakarta. Ditinjau dari sebaran umur, 100 persen responden adalah berusia di bawah 18 tahun. Jadi dapat dikatakan responden berusia di bawah 18 tahun lebih mendominasi penelitian ini. Penggunaan emoticon dalam berkomunikasi banyak digemari orang terutama para remaja.

"Dalam dunia teknologi informasi perkembangan komunikasi dengan menggunakan emoticon juga sudah digandrungi para pelajar yang pada umumnya berusia muda atau remaja. Dengan kata lain perkembangan komunikasi seluler merupakan hal yang sangat disukai para pelajar yang notabene adalah remaja." (Rinaldi/Jat)
Share this article :

<<< Mari Bergabung Bersama Kami >>>

*** Telah Terbit Edisi 146 Tahun Ke-10 ***

*** Telah Terbit Edisi 146 Tahun Ke-10 ***
DAPATKAN SECARA BERLANGGANAN : Tabloid Dwi-mingguan : MEDIA CETAK DAN ONLINE : Berita Lengkap, Isi dan Tampilan Baru : Wisata, Kuliner, Info Kesehatan dan Kecantikan, Keluarga, Kisah Nyata, Misteri, Zodiak, Selebrita Dll.

BERITA POPULAR

 
Copyright © 2015. tabloidmetrolima - All Rights Reserved