![]() |
| Ibu Rusyati, pemilik Kios Pasar Wage |
Purwokerto,
Metro Lima News – Trauma dan was-was masih dirasakan Rusyati (61), warga
Sokaraja, Banyumas. Pasalnya, wanita paruh baya yang sehari-harinya mencari
nafkah dengan berjualan pakaian di Pasar Wage Purwokerto ini belum lama ini
ketiban apes setelah kiosnya dibobol maling. Peristiwa pencurian terjadi di kios
Rusyati yang terletak di Blok A Pasar Wage Purwokerto pada Selasa 24 November
2015 lalu.
Diduga
pelaku melakukan aksinya pada tengah malam dan suasana sepi. Kepada tabloid Metro
Lima News (19/1) korban mengatakan, ia mendengar kiosnya dibobol maling setelah
dikabari pedagang yang lain via telepon.
“Saya justru mendengar kios saya
dibobol maling dari teman pedagang baju lainnya, karena sudah beberapa hari
saya sedang sakit sehingga tidak berjualan,” kata Rusyati.
Setelah mendengar kabar kiosnya
dibobol, dia beserta salah seorang anaknya, Upi segera menuju ke kiosnya pada
Selasa pagi. Betul juga, saat itu dilihatnya dua gembok di kios tersebut sudah
hilang. Korban pun segera mengecek barang-barang yang berada di dalam kiosnya.
Barang-barang yang diembat maling, menurut korban diantaranya lusinan jas
manten, jaket kulit, beskap, seragam sekolah, celana jeans, dan baju-baju
dewasa lainnya.
Akibat aksi pencurian tersebut,
Rusyati mengalami kerugian ditaksir sebesar Rp.20 juta. “Saya jadi lemas akibat
kemalingan ini. Rasanya malas berjualan karena banyak barang-barang sudah
dicuri,” ungkapnya usai melaporkan peristiwa pencurian di kiosnya ke Polsek
Kota Purwokerto.
Ditambahkan, pencurian kali ini
merupakan yang kedua kali terjadi di kiosnya. Sekitar tiga tahun lalu kios
milik ibu beranak lima ini juga pernah kemalingan. Korban berharap agar
keamanan di Pasar Wage lebih ditingkatkan, terutama pada malam hari dimana para
pedagang sudah menutup kiosnya.
“Saya menginginkan keamanan di Pasar
Wage ditingkatkan. Kasihan para pedagang disini yang sudah rutin membayar restribusi
harian, bulanan dan abonemen tahunan,” kata Rusyati.
![]() |
| Kios yang dibobol maling |
Informasi
yang diperoleh Metro Lima News menyebutkan, sebulan lalu juga terjadi pencurian
di salah satu kios kelontong. Korban menderita kerugian Rp.11 juta. Ironisnya,
sejauh ini banyaknya aksi pencurian di pasar terbesar di kota kripik tempe
tersebut belum berhasil diungkap. Bahkan, peristiwa pencurian di pasar terbesar
di Purwokerto tersebut nyaris di espos media.
Dihubungi di ruang kerjanya, Kepala
UPT Pasar Wage Purwokerto, Arif Totok Suprianto, SH melalui Koordinator
Keamanan Slamet mengaku sudah mendengar peristiwa pencurian di kios milik
Rusyati. Menurut Slamet, petugas jaga di Pasar Wage berjumlah 8 orang yang
dibagi dua shift, siang dan malam.
“Pasar Wage ini kan besar dan luas
mas, juga dua lantai bangunannya. Hal itu terkadang menjadi kendala bagi
petugas jaga malam,” terang Slamet.
Ia membantah jika petugas jaga malam
bekerja malas-malasan dalam melakukan pengontrolan tiap-tiap blok pasar. “Kita
bekerja profesional kok”, pungkasnya. (tris)

