![]() |
| Non Iriany, S.Pd, Kepsek SMK Broadcast Mahardhika |
Depok, Metrolima.com - Berdiri baru empat tahun, Sekolah Menengah Kejuruan Broadcast Televisi Mahardhika Depok telah menuai banyak prestasi. Berbagai kategori lomba berhasil direbutnya, seperti Juara I dan III Lomba Festival Film Documenter Depok, Juara I Lomba Tari Tradisional se-Jabodetabek, dan Juara III Lomba Tari GNB se-Jabodetabek.
Sedangkan prestasi lainnya, adalah Duta SMK Broadcast Televisi 2013 dalam Pameran Pendidikan Hardinas, Kemendiknas Senayan, Jakarta, dan Duta SMK Broadcast Televisi 2013, Pameran Pekan Produk Kreatif Nasional, Epiwalk Kuningan, Jakarta. Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin, sosok wanita dari perpaduan asal Sulawesi dan Jawa ini, yang kini menjadi kepala sekolahnya.
Ya, Non Iriany, S.Pd, begitu nama kepala sekolah ini biasa dipanggil rekan-rekan guru dan teman kerja kepala sekolah lainnya. Senior kepala sekolah SMK Broadcast seluruh Indonesia ini, telah berhasil membawa SMK Broadcast Televisi Mahardhika menjadi sebuah sekolah yang diminati banyak siswa lulusan SMP untuk melanjutkan sekolahnya di SMK ini. Tercatat siswa lulusan SMP yang berhasil terjaring tahun ini berjumlah 50 siswa.
“Kita memang tidak mau banyak menerima siswa. Kita batasi kuotanya, agar daya tampung terpenuhi, “ungkap ibu dua anak ini
Sebagai Kepala Sekolah SMK Broadcast pertama, Non Iriany, memahami betul seluk beluk dunia SMK Broadcast. Tak heran, jika ia sangat mengerti kurikulum broadcast. Makanya ia tidak suka, apabila ada orang yang menilai belajar di SMK Broadcast, hanya belajar produktifnya saja, sedangkan adaptif dan normatifnya tidak perlu.
“Justru kita harus memadukan ketiga elemen unsure tersebut untuk kita olah jadi suatu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, “ungkapnya. Bagaimana pun, sekolah tetap memerlukan mata pelajaran adaptif dan normative, bukan produktif semata, Tanya kepala sekolah SMK Broadcast Mahardhika ini.
Untuk itu Iriany, ingin siswa dapat bekerja sesuai dengan kompetensi keahlian yang dimilikinya.
“Saya ingin siswa punya skill yang mumpuni dibidangnya, dan tidak kesulitan saat bersaing untuk mendapatkan pekerjaan nanti, “ujar Iriani.
Berbagai program unggulan kompetensi keahlian telah disiapkan.
“Jika tahu Sumedang saja punya resep tersendiri, dan sulit diketahui, kenapa kita tidak juga demikian, “ungkap wanita yang telah menjadi kepala sekolah di tiga SMK Broadcast
Adapun strategi pembelajaran SMK Broadcast Mahardhika Depok, dengan terakreditasi “A”, ini antara lain, Multiple Intelegences, Learning By Doing, Learning By Project, dan Integrated Learning. Guna memuluskan strategi itu, Non Iriany, merekrut berbagai tenaga pendidik, dengan mengkolaborasikan praktisi pendidikan, dengan praktisi di bidang broadcasting dan professional broadcasting.
“Saya ingin siswa di sekolah ini mendapat pembelajaran yang baik, benar dan terarah, sesuai dengan Kurikulum Broadcast, “ujarnya
Sedangkan kompetensi keahlian, meliputi Photographer, Cameramen, Lightingman, Audioman, Director, Script Writer, Editor dan Reporter. Kini SMK Broadcast Mahardhika Depok tengah menatap masa depannya. Tentu masa depan yang lebih cemerlang.
Non Iriani pun berkeinginan agar sekolah ini terus berkembang dan banyak melahirkan broadcaster muda di masa mendatang.
“Saya ingin punya sekolah sendiri, di atas lahan sendiri, tidak sewa lagi.
“Kalau sekarang sewa, itu proses menuju perbaikan dan keberhasilan sekolah di masa datang, “ujarnya.
Untuk membangun sekolah ini, Non Iriany mengaku bekerjasama dengan Waka Kurikulumnya, Ambar, S.Pd dan suaminya. Dengan prosentase masing-masing 30 persen, sisanya sepuluh persen saham lagi diberikan untuk para guru yang memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi kepada sekolah. (RadM)
