![]() |
| Bangunan bermasalah di Jl. Sultan Iskandar Muda, cukup dibongkar “Cantik” DPK Jaksel |
Jakarta, Metrolima - Walikotamadya
Jakarta Selatan Tri Kurniadi kembali dikangkangi anak buahnya. Seorang oknum di
Dinas Penataan Kota Jaksel diduga menerima uang ratusan juta rupiah untuk
mengamankan sebuah bangunan bermasalah.
Sumber Metro Lima
News mengatakan, bangunan yang diamankan oknum Dinas Penataan Kota Jaksel
berinisial B itu berada di Jl. Sultan Iskandar Muda, Kecamatan Kebayoran Lama,
Jaksel, tepatnya di seberang Universitas Satya Negara Indonesia atau dekat
jembatan penyeberangan orang (JPO).
Bangunan tersebut,
kata sumber, tidak memiliki ijin penambahan dua lantai, dan bisa berjalan aman
karena dibekingi oknum B. “Bangunan itu sebelumnya pernah dibongkar Dinas
Penataan Kota Jaksel. Namun, cuma dibongkar bagian canopy saja. Biasa pak, itu
sekedar bongkar “cantik”, “ kata sumber.
“Bangunan itu
bertambah menjadi 6 lantai, padahal penambahan itu tidak memiliki ijin,” tambah
sumber. “Oknum B disinyalir menerima uang ratusan juta rupiah untuk mengamankan
bangunan tersebut. B biasa membekingi bangunan skala mewah.”
Hingga sekarang,
seperti pantauan Metro Lima News, bangunan bermasalah tersebut masih berjalan
aman. Sejumlah pekerja nampak masih mengerjakan penyelesaian bangunan tersebut.
Tak hanya itu,
sejumlah bangunan yang melanggar ijin tak pernah ditindak, seolah-olah ada
pembiaran dari Dinas Penataan Kota Jaksel. Contohnya bangunan di Jl. Patal
Senayan dekat Hotel Mulia, ijinya hanya 2 lantai, tapi kenyataan di lapangan di
bangun 5 lantai. Bangunan itu hingga sekarang pekerjaanya masih berjalan
lancar.
Belum lagi terhadap
bangunan di wilayah lain, seperti di wilayah Kemang, ada beberapa bangunan yang
menyalahi aturan tapi tidak ditindak.
Begitupun bangunan
di Jalan Lebak Bulus 1, Kecamatan Cilandak, yang dibuat dari susunan bekas
kontainer, tidak memiliki IMB, tapi tetap dibangun dan tidak diberi sanksi.
Informasi yang
berhasil dihimpun di lapangan, diduga ada kongkalikong antara pemilik bangunan
dengan petugas DPK Jaksel. “Karena yang mengurus ijin bangunan tersebut adalah
mantan pegawai P2B Jaksel berinisial I yang mengetahui seluk beluk permainan di
Dinas Penataan Kota,” kata sumber lainnya.
Modus
bongkar cantik terhadap bangunan bermasalah di Jaksel, makin marak karena
pemilik bangunan terang-terangan memberi sejumlah uang kepada oknum Dinas
Penataan Kota Jaksel. “Bongkarnya hanya bongkar cantik. Kalau tidak ada rupiah
pasti dibongkar habis,” ujar sumber “Tidak heran, kalau ada bangunan besar yang menelan biaya puluhan miliaran
rupiah dibongkar hanya sedikit saja, itu hal yang biasa. Tapi kalau pemilik
bangunan tidak melobi pasti dibongkar habis. Coba bayangkan bangunan tersebut
sudah jelas-jelas melanggar bahkan pemilik bangunan tersebut menambahkan dua
lantai 5 dan 6. Ternyata bangunan tersebut hanya bongkar cantik. Ini bisa
mencoreng kewibawaan Gubernur DKI Jakarta, Ahok,” kata sumber dengan geram.(ben)
