Headlines News :
Home » » OC Kaligis Pilih Mati

OC Kaligis Pilih Mati

OC Kaligis Usai Pemeriksaan di KPK                                  
Nasional, Metrolima.com - Lama “Berperang” melawan KPK, pengacara kondang OC Kaligis akhirnya terjerembab. Dia ditahan KPK dengan tuduhan melakukan suap terhadap hakim PTUN Medan.

Meski sudah resmi ditahan KPK, namun OC Kaligis nampaknya belum menyerah. ternyata sempat membuat testimoni selama menjalani proses tahanan di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Testimoni tersebut memuat beberapa hal, antara lain mengenai perlakuan penyidik KPK, ruang isolasi dan permintaan OC Kaligis kepada sejumlah pihak terkait kasus yang menderanya saat ini.



Demikian terungkap ketika tim pengacara dari kantor Hukum OC Kaligis, serta para penurus Asosiasi Advokat Indonesia melaporkan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan penyidik KPK ke kantor Komnas HAM, Jumat (24/7/2015) siang.

“ Media jangan menghukum saya dan kantor saya yang memberi makan kepada 1000 orang dan membiayai sekolah para pengacara saya di dalam dan di luar negeri. Mohon perlakukan saya sama dengan Abraham Samad, Bambang Widjojanto dan Deny Indrayana atas dasar asas praduga tak bersalah. Saya tidak pernah memusuhi para wartawan dan koran siapapun juga tolong dimuat pemberitaan secara objektif,” kata pengacara Kantor OC Kaligis, Slamet Yuono membacakan beberapa poin dari tertimoni Kaligis di hadapan Wakil Ketua Komnas HAM, Nurcholis.



Menurut Slamet, testimoni itu dibuat langsung oleh Kaligis di beberapa lembar kertas. Rencananya akan diberikan kepada Komnas HAM untuk melengkapi laporan pihaknya, minggu yang akan datang.

Usai pertemuan itu, media kembali mengkonfirmasi mengenai isi lengkap testimoni OC Kaligis. Namun, Slamet mengaku belum bisa mengumbarnya secara detail saat ini. Dia hanya kembali membacakan poin akhir testimoni kaligis.

“Tapi nanti juga rencananya kami akan berikan ke para wartawan bila sudah (menyerahkan lengkap) ke Komnas HAM,” katanya.


Tekanan darah naik
Sementara itu, kondisi kesehatan OC Kaligis, tersangka kasus suap kurang baik. Sejak ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penyakit darah tinggi advokat senior itu kumat.

Kuasa Hukum OC Kaligis, Afrian Bondjol mengatakan, darah kliennya itu naik hingga 190. Di usia Kaligis ke 74 tahun, tekanan darah tersebut dirasa sangat tidak bagus.

“Pak OC dalam kondisi tekanan darahnya cukup tinggi. Saya bukan dokter, tapi itu berdasarkan info dari Pak OC. Sejak ia ditahan oleh KPK memang diperiksa, tekanan darahnya sangat tinggi 190 per berapa begitu, Beliau juga mengatakan memilih ditembak mati daripada diperiksa KPK,” kata Afrian.

OC Kaligis memang memiliki riwayat berbagai jenis penyakit, seperti jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyempitan saraf. Afrian mengungkapkan keluarga sangat sedih saat melihat keadaan OC Kaligis di ruang tahanan.

“Sangat manusiawi kalau keluarga terkejut dan sedih atas peristiwa ini. Keluarga Pak OC Kaligis saling menguatkan satu sama lain yang pasti,” jelasnya.

KPK menetapkan OC Kaligis sebagai tersangka terkait kasus suap terhadap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara. Penyidik menduga ada keterlibatan Kaligis setelah memeriksa Gery, pengacara muda dari kantor advokat OC Kaligis yang tertangkap tangan menyuap hakim.

Terjerembab
Karir OC Kaligis terbilang cukup cemerlang dan sering tampil membela kasus-kasus besar. Kliennya adalah orang-orang besar di negeri ini. Pasangan ayah anak, H. Muhammad Soeharto- Hutomo Mandala Putra alias Tommy, pernah didampinginya.

Selain para pejabat, lelaki kini berusia 72 tahun itu juga pernah menggarap kasus-kasus kalangan selebritis. Nama-nama pernah dibelanya antara lain Lidya Kandou, Onky Alexander, Nike Ardilla dan Zarima yang menyedot perhatian banyak orang.

Pria yang lahir pada 19 Juni 1942 di Ujung Pandang (Makassar), diketahui memiliki 10 orang istri. Namun, dirinya bisa membuat hubungan para istri-istrinya itu rukun. Semuanya saling kenal satu sama lain. Bahkan, dua di antara sepuluh istrinya adalah kakak beradik. Tidak hanya itu, hubungan antara anaknya harmonis.

Kaligis merupakan penulis buku yang produktif. Hingga saat ini sudah puluhan buku karyanya diterbitkan.
Selain berkarir di dunia hukum, Kaligis merupakan dosen di salah satu universitas ternama, Universitas Indonesia. Kaligis juga merambah dunia politik. Dia pernah duduk sebagai fungsionaris partai Golongan Karya (Golkar), dan terakhir berlabuh di Partai Nasdem. Namun garis hidup berkata lain. Berkecimpung di dunia hukum puluhan tahun, malah membuat Kaligis terjerumus. Saat ini dia terjerat perkara hukum sedang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Firma hukum dibangunnya susah payah pun goyah.

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Kaligis sebagai salah satu tersangka kasus dugaan suap terhadap hakim di Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. Dia sempat membantah dirinya merupakan otak dari pemberian sogok kepada hakim, yang saat itu menangani gugatan Pemprov Sumut ke Pengadilan Tata usaha Negara (PTUN) Medan.

Kaligis mengklaim kalau dia tidak mengetahui proses pemberian suap kepada hakim. Menurut dia, penanganan gugatan Pemprov itu dikerjakan oleh anak buahnya, M Yagari Bhastara Guntur alias Gerry.

“Saya tidak merampok uang negara, bukan saya yang ngasih duit kepada hakim. Saya cuma teken aja. Gerry jalanin sendiri, saya bantu ahli keterangan saja,” kata OC Kaligis usai menjalani pemeriksaan di KPK beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini, OC Kaligis mengakui kalau dia membantu Gerry menangani gugatan Pemprov Sumut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

Advokat senior Otto Cornelis (OC) Kaligis kembali menolak untuk diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap terhadap tiga hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Kaligis, Alamsyah Hanafiah saat membawa sebuah sepucuk surat dari kliennya yang ditujukan ke lembaga antirasuah itu.

Menurutnya, alasan ketidakhadiran ayah dari artis Velove Vexia tersebut lantaran dirinya sedang dalam keadaan tidak sehat, di mana tekanan darah Kaligis kembali naik.

“(Di dalam suratnya dikatakan) saya tolak, karena OC Kaligis tekanan darahnya darahnya tinggi 190 per 90 itu tidak bersedia untuk diperiksa,” ujar Alamsyah di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan,Selasa (28/7/2015).

Alamsyah menegaskan, jika lembaga yang dikepalai oleh Taufiequrrachman Ruki itu tetap bersikukuh memeriksa politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) tersebut, kliennya itu mengaku lebih baik ditembak mati.

“Kata OC Kaligis lebih saya ditembak mati kalau diperiksa hari ini,” tegas Alamsyah menirukan pernyataan Kaligis.

Kaligis lanjut dia, juga tidak bersedia diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang menjeratnya. Dia menegaskan bahwa kliennya menginginkan kasus tersebut berkasnya segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.

“Dia minta langsung disidang di pengadilan. Dua alat bukti kalau buktinya cukup ya disidang di pengadilan,” tuntasnya.

Kepada Komisioner KPK yang sangat saya hormati,
Hari ini saya diperiksa lagi untuk di-BAP. Saya tolak lebih baik saya ditembak mati oleh KPK. Periksa saya di pengadilan bukan tersangka dulu sebagai saksi. Saya tolak. Tertanda OC Kaligis.(MELI)
Share this article :

<<< Mari Bergabung Bersama Kami >>>

*** Telah Terbit Edisi 146 Tahun Ke-10 ***

*** Telah Terbit Edisi 146 Tahun Ke-10 ***
DAPATKAN SECARA BERLANGGANAN : Tabloid Dwi-mingguan : MEDIA CETAK DAN ONLINE : Berita Lengkap, Isi dan Tampilan Baru : Wisata, Kuliner, Info Kesehatan dan Kecantikan, Keluarga, Kisah Nyata, Misteri, Zodiak, Selebrita Dll.

BERITA POPULAR

 
Copyright © 2015. tabloidmetrolima - All Rights Reserved