![]() |
| Syamsuddin Noor memimpin Langsung Pembersihan Bangunan Liar |
Megapolitan, Metrolima.com - Upaya refungsi saluran air untuk mengatasi banjir terus dilakukan
Pemkot Administrasi Jakarta Selatan. Ratusan bangunan liar yang berada
di atas saluran air di Jalan Menteng Pulo RT 05/14 Menteng Dalam
dibongkar aparat gabungan, Selasa (28/7).
Hari ini sebanyak 165 lapak pedagang kaki-5 sepanjang
1 km, di sepanjang jalan Menteng Pulo hingga Makam Kasablangka, yang sudah
puluhan tahun berdiri di bongkar.
"Sampah dan sedimen sudah
menutupi saluran sepanjang 500 meter. Jadi air tidak bisa mengalir,"
katanya.
Walikota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor
mengatakan " Kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah untuk lebih tertibnya
Jakarta dan juga antisipasi musim penghujan. Kita harapkan dengan tertibnya ini
nanti saluran air akan berfungsi sebagai mestinya,”katanya didampingi Jayadi
Asisten Pemerintahan dan Agus Supriyanto Kasudin Kominfomas Jaksel saat
Penertiban bangunan di atas saluran air di Menteng Pulo Kelurahan Menteng Dalam
Tebet Jakarta Selatan.
![]() |
| Satpol PP dan Petugas Gabungan membongkar Bangunan Liar |
"Setelah puingnya dibersihkan, saluran
tersebut langsung dikeruk oleh Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan,"
ungkapnya.
Pada hari ini juga dilakukan pengerukan langsung
oleh Sudin PU Air karena saluran tidak berfungsi lagi dipenuhi sedimen-sedimen
yang harus diangkat,’ujarnya.
"Ini langkah kita untuk merefungsi saluran yang sudah
tertutup di sepanjang Jalan Menteng Pulo Tebet dan Jalan Pandawa
Setiabudi," ujar Syamsuddin Noor.
![]() |
| Syamsudin Noor dan Mahludin Memantau Pembongkaran |
Sebelum dibongkar sudah diadakan sosialisasi
maupun prosedur-prosedur semestinya dan pedagang juga sudah diberikan
surat peringatan surat perintah 1, 2 maupun Surat Perintah Bongkar, juga sudah
diberi kesempatan membongkar sendiri,”tegasnya.
Penertiban berjalan kondusif tak ada perlawanan
karena pedagang sudah membereskan barang dagangannya dan tinggal aparat yang
merontokkan belasan lapak itu.
Camat Tebet Mahludin mengatakan, " Pembongkaran 165
lapak pedagang ini karena berada diatas saluran air, sudah di beri SP 1, SP 2
maupun SPB juga sudah diberi himbauan agar segera mengangkut barang dan
membongkar sendiri,"
![]() |
| Suasana Pembongkaran Bangunan di atas saluran air |
Tidak ada realokasi terserah mereka mencari
tempat berdagang lagi, tapi sudah ada yang pindah yaitu pedagang sayuran dan
buah ke PD Pasar dan sebagian ke Citayem.
Dua alat berat
dikerahkan untuk membongkar ratsaun bangunan tersebut. "Ada 165 bangunan
yang masuk wilayah Tebet, 20 masuk Setiabudi. Bangunan dijadikan warung
kelontong, pedagang sayur, dan kayu-kayu bekas," ucapnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta
Kukuh Hadi Santoso mengatakan pihaknya mengerahkan 150 personel dalam
penertiban ini.
![]() |
| Camat Tebet Mahludin Pimpin Pembongkaran Bangunan Liar |
Sementara Kasatpol PP Jakarta Selatan Sulistiarto
menambahkan penertiban dilakukan petugas gabungan sebanyak 160 personil, Satpol
PP 150 orang dan selebihnya Koramil dan Kapolsek.serta menggunakan alat berat 3
buah.
Sulis tegaskan sekarang ini adalah waktunya
penegakkan hukum dan aturan dijalani tidak pandang bulu terhadap Ormas atau
masyarakat yang melanggar. Harus dikembalikan lagi seperti semula sesuai dengan
aturan. Jadi yang melakukan ini bukan Satpol PP tetapi Aturan,”tegasnya.(To/Jat)
35 Ton Sisa Bongkaran Diangkut
![]() |
| Truk Angkut Sisa Pembongkaran |
Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan melakukan pembersihan di bekas
lokasi pembongkaran bangunan liar di Jalan Menteng Pulo, RT 05/14,
Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Selasa (28/7). Sebanyak 35 ton puing
berhasil diangkut menggunakan tujuh unit truk.
"Untuk pembersihan kali ini kita siapkan tujuh unit truk besar
agar bisa cepat mengangkut kayu-kayu dan sisa bangunan yang dirobohkan,"
ujar Zaenudin, Kepala Seksi Penanggulangan Sampah Suku Dinas Kebersihan
Jakarta Selatan.
Sekadar diketahui, hari ini Pemkot
Administrasi membongkar 185 bangunan liar di Jalan Menteng Pulo karena
berdiri di atas saluran air. Dari 185 bangunan tersebut, 20 bangunan
diantaranya masuk Kecamatan Setiabudi.(BJ/Rio/Ag/Jat)





