![]() |
| ilustrasi absensi |
Jakarta, Metro Lima News - Ulah nakal PNS DKI belum juga
hilang. Oknum yang satu ini akhirnya ketahuan setelah beberapa kali mengakali
absensi kehadirannya.
Ketatnya
pengawasan serta tegasnya keputusan selama masa kepemimpinan Gubernur DKI
Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
sejak dua tahun belakangan ternyata tidak serta merta mendisiplinkan para
pejabat untuk membangun etos kerja yang baik.
Sebab,
lewat inspeksi mendadak yang dilakukan Asisten Pemerintahan Walikota Jakarta
Pusat beberapa waktu lalu, pemalsuan absensi diketahui dilakukan oleh Lurah Kartini, Leo Tantino.
Diduga.
untuk mengimbangi cepatnya ritme kerja dan padatnya aktivitas yang diterapkan
Ahok, panggilan Basuki Tjahaja Purnama,
pelanggaran tersebut justru dilakukan oleh sang lurah. Sumber Warta Kota
menyebutkan, dalam inspeksi mendadak tersebut, Leo merupakan salah satu lurah
di wilayah Jakarta Pusat yang memiliki nilai tinggi dalam ketepatan waktu
kehadiran.
Berdasarkan
data yang tercatat, Leo pun disampaikannya, tidak pernah mangkir ataupun terlambat
absen di kantornya yang berlokasi di Jalan Kartini Dalam, Kartini, Sawah Besar,
Jakarta Pusat.
Tidak
hanya pada hari kerja, pria yang menjabat sebagai Lurah Kartini sejak tahun
2015 itu diketahui tetap bertugas di hari libur kerja.
Mengetahui
hal tersebut, Asisten Pemerintahan, Budi Roso pun melakukan pemeriksaan
terhadap kehadiran mantan Lurah Kramat, Senen itu beberapa waktu lalu. Ditemani
Camat Sawah Besar, Martua Sitorus, dirinya meminta sang lurah untuk absensikan diri.
"Tapi
pas masukin jari, mesin absen nggak ngedata lurah. Beberapa kali dicoba, mulai
dari jari telunjuk sampai jari kelingking tangan kanan sama kiri, hasilnya juga
sama. Kita kira mesin absennya rusak, sampai akhirnya pak asisten (Budi
Roso-red) minta semua pegawai (PNS-red), termasuk PHL (Pekerja Harian
Lepas-red) tes absen," ungkapnya.
Namun,
absensi yang dilakukan para pegawai jajaran Kelurahan Kartini
justru seluruhnya sukses. Kegagalan absensi serupa dengan sang lurah hanya ditemui pada
seorang PHL Kelurahan Kartini.
"Pas
(PHL-red) pertama absen, kita udah curiga, soalnya mulainya dari jari
kelingking, padahal kan kalo absen biasanya itu jari telunjuk. Satu-satu
dicoba, mulai dari jari kelingking sampai hari tengah gagal semua, nah pas jari
telunjuk akhirnya bisa, tapi yang keluar justru nama lurah Kartini di situ (mesin
absen-red)," ceritanya.
Mengetahui
hal tersebut, seluruh rombongan Walikota Jakarta Pusat pun terkejut. Setelah
dipastikan kalau data yang muncul dalam mesin absen tersebut merupakan milik sang
lurah, Budi Roso pun diungkapkannya segera menasehati sang lurah agar tidak mengulangi
kecurangannya kembali.
Menanggapi
peristiwa tersebut, Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengaku telah
menerjunkan tim inspeksi untuk membuktikan adanya pelanggaran. Namun, dirinya
optimis jika temuan tersebut tidak dilakukan oleh jajaran pejabat di wilayah
Kotamadya Jakarta Pusat.
"(Pelanggaran-red) belum dapat dipastikan.
Masih di dalami oleh Tim," katanya. (WK)
