![]() |
| PPDB sering menjadi ajang pemerasan, penyuapan, penipuan yang dilakukan berbagai kalangan. |
Depok,
Metrolima.com - Sebagian orangtua murid yang anaknya masuk dan
ditempatkan di sekolah filial atau sekolah jauh dari SMU Negeri asalnya,
mengaku kecewa dengan kebijakan ini. Sebab, mereka mengaku sudah membayar
jutaan rupiah ke sejumlah oknum LSM atau orang yang mengaku wartawan, agar anak
mereka dimasukkan ke sekolah favorit yakni SMAN 3 Depok atau SMAN 2 Depok.
Salah
seorang wali murid, Erni mengaku sudah mengeluarkan uang Rp 7 Juta rupiah ke
salah satu LSM di Depok agar anaknya diterima di SMAN 2 Depok.
"Nyatanya,
anak saya justru dimasukkan ke SMU Filial," kata Erni. Karena hal itu,
kata dia, jika tidak ada kejelasan dengan maksud SMUN Filial, pihaknya akan
menarik anaknya dan meminta uang kembali dari LSM.
"Kalau
uang saya kembali, saya mau narik anak saya dari sekolah filial. Sebab, sampai
sekarang, pelajaran di sekolah filial belum berjalan seperti SMU negeri
lainnya," katanya. Selain itu, kata Erni, anaknya memiliki beban moral
karena teman-temannya sudah bersekolah di SMUN 3, sementara dia harus kembali
ke SMPN 4 Depok di mana sekolah filial digelar.
"Soalnya,
anak saya alumni SMP 4. Jadi, waktu sekolah filial digelar di SMP 4, maka anak
saya merasa terbebani karena kembali sekolah di SMP yang lama," kata Erni.
Hal
senada dikatakan N, orangtua murid lainnya yang mengaku sudah mengeluarkan uang
Rp 9 Juta ke oknum yang mengaku wartawan dari perkumpulan wartawan di Depok,
agar anaknya masuk ke SMAN 3 Depok.
"Saya
sudah keluarin uang Rp 9 Juta agar masuk ke SMUN 3, tapi justru ditempatkan ke
sekolah filial. Maksudnya apa saya gak jelas, karena sekolahnya bukan di SMAN 3
tapi di gedung SMP 4," kata dia.
Sementara
itu, Kepala Seksi (Kasi) SMA Dinas Pendidikan Kota Depok, Diah Haerani menuturkan, rata-rata orangtua murid
yang kecewa dengan sekolah filial tidak mengerti dan memahami apa maksud
tentang dibukanya sekolah itu.
Apalagi,
kata dia, para ortu sudah mengeluarkan uang kepada oknum LSM.
Yang
pasti, kata Diah, pihaknya tidak pernah meminta uang kepada wali murid untuk
dapat masuk ke SMAN di Depok.
Sebab,
penerimaan siswa untuk sekolah negeri melalui jalur PPDB dimana nilainya harus
mencukupi dan bersaing dengan siswa lain.
Karenanya,
Diah menduga ortu yang kecewa itu adalah ortu yang menjadi korban penerimaan siswa
titipan dari LSM atau oknum wartawan lain.
Ia
memastikan bahwa status 400 siswa baru SMAN 3 Filial Depok adalah sama dengan
siswa SMAN 3 Depok lainnya, walau lokasi belajar mereka berada di tempat lain
yakni di SMPN 4 Depok.
Seluruh
siswa filial dipastikan berada dibawah manajemen SMAN 3 Depok, dan mendapat
kurikulum pembelajaran serta guru yang sama dengan SMAN 3 Depok.
Hal
itu dikatakan Kepala Seksi (Kasi) SMA Dinas Pendidikan Kota Depok, Diah Haerani kepada awak media menanggapi
pemberitaan tidak jelasnya status SMA 3 Filial Depok, Kamis (27/8/2015).
Menurutnya,
400 peserta didik tersebut, menjadi bagian dari kelas jauh SMAN 3 Depok.
"Jadi,
sekolah filial ini dibuka untuk menjawab kebutuhan masyarakat," kata Diah.
Karenanya,
ia meminta orangtua murid siswa filial SMUN 3 Depok, jangan termakan isu tidak
benar atas beredarnya informasi yang menyatakan status siswa filial berbeda dan
tidak jelas.
"Kepala Sekolahnya sama dan tetap Kepala Sekolah SMA 3. Begitupun soal pengajarnya. Sebagian besar Guru yang akan mengajar adalah guru-guru SMA 3 Depok," kata Diah.
"Kepala Sekolahnya sama dan tetap Kepala Sekolah SMA 3. Begitupun soal pengajarnya. Sebagian besar Guru yang akan mengajar adalah guru-guru SMA 3 Depok," kata Diah.
Selain
itu, kata Diah, kurikulum yang akan dipakai di kelas filial juga sama dengan
Kurikulum SMAN 3 Depok, yakni kurikulum 2013.
Karenanya,
Diah meminta para orangtua murid tidak terpancing oleh isu yang memperkeruh
suasana dan tidak jelas.
"Kalau
ada keluhan atau yang dianggap masalah, sebaiknya tanyakan ke kami," kata
Diah.
Hal
senada dikatakan juru bicara SMAN 3 Depok, Umar, ketika dimintai pendapatnya
mengenai pemberitaan dan tidak jelasnya status 400 siswa filial SMAN 3 Depok.
"Tidak
benar, kalau status siswa filial tidak jelas. Mereka terdaftar di SMA 3. Segala
adminitrasi dan segala kebutuhan siswa juga dibawah tanggung jawab SMA 3. Semua
rapor dan ijazah dikeluarkan SMA 3," kata Umar saat memantau siswa filial
di SMP 4 Depok, Jawa Barat, Selasa (25/8/2015).
Karenanya,
Umar meminta para orangtua tidak mempersoalkan ini.(WK/Soewidia/Budi/Jat)
