![]() |
| Illustrasi penanaman pohon |
Jakarta, Metrolima.com - Sejumlah proyek dan pembangunan di Jakarta,
membuat banyak pepohonan dikorbankan. Akibatnya, Jakarta kini menjadi gersang.
Untuk menghijaukan Jakarta kembali,
ribuan pohon akan ditanam kembali di jalur hijau di Jakarta Utara. Penanaman
pohon itu sudah dimulai sejak Januari lalu.
"Penanaman tersebut kami
lakukan secara bertahap, guna mengantisipasi kekeringan di Jakarta Utara.
Apalagi ini kita masuk musim kemarau," kata Kasudin Pertamanan dan Pemakaman
Jakarta Utara, Agustin Pudjiastuti, Kamis (3/9).
Pudji menjelaskan, jenis pohon yang
ditanam antara lain pohon mahoni, sawo kecil, tabe buya, trembesi, glodogan,
tanjung, saputangan dan sepatu dea. "Beberapa jenis tanaman ini yang kami
gunakan, namun kami lebih banyak menggunakan pohon mahoni. Sebab, mahoni tahan
dengan tanah yang tandus atau gersang," paparnya.
Untuk pohon mahoni, penanamannya
akan difokuskan di Rusun Muara Baru sebanyak 500 pohon, Kawasan Taman Rawa
Badak Utara sebanyak 50 Pohon, Kawasan Kanal Banjir Timur sebanyak 670 pohon,
Jalan Pluit Barat sebanyak 150 pohon, Jalan Lodan, Pademangan, Jakarta Utara,
sebanyak 60 pohon, Jalan Bawah Tol Kali Karang, sebanyak 425 pohon, Kawasan
Taman BMW, Tanjung Priok, sebanyak 425 pohon, Kawasan Taman Printis sebanyak
375 pohon, Jalan Ancol sisi Kali Ancol sebanyak 50 pohon, Jalan Pluit Permai,
sebanyak 50 pohon, Jalan Bugis, sebanyak 30 pohon, Jalan Sungai Bambu sebanyak
100 pohon.
"Dan nanti kita juga ada
tambahan 710 pohon pelindung lagi. Intinya semua penanaman akan terus dilakukan
agar jalur hijau di wilayah Jakarta Utara ini tidak terlihat gersang. Semoga
program kita ini berjalan sesuai tujuan," tutupnya.(Mrdka/Much/Lia/Jat)
