![]() |
| Petugas PPSU sedang membersihkan saluran air |
Jakarta,
Metrolima.com
- Program PPSU di Jakarta Selatan dinilai masih memiliki kekurangan, khususnya
dalam jaminan keselamatan dan kesehatan kerja.
Seperti
diberitakan Metrolima.com, seorang petugas PPSU Kelurahan Cipete Utara
mengalami kecelakaan ditabrak pengendara motor, dan harus dirawat selama empat
hari di RS Fatmawati.
Biaya perawatan
dan pengobatan atas korban ditanggung oleh pelaku penabrakan.
Kejadian itu
diakui Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sapras) Kel. Cipete Utara Andreas.
“Benar ada petugas PPSU kami yang ditabrak, dan harus dirawat di RS Fatmawati
selama empat hari,” katanya.
Andreas
menambahkan, biaya perawatan dan pengobatan ditanggung pelaku penabrakan. “PPSU
belum punya asuransi jaminan kesehatan dan kerja, “ ujarnya.
Sementara itu,
anggota Dewan Kota Jaksel Mulyadin prihatin dengan informasi kecelakaan
tersebut. Dia menilai asuransi kesehatan dan keselamatan kerja PPSU harus
segera diberikan.
“Jangan menunggu korban lebih banyak lagi, baru diberi asuransi,”
tegasnya kepada metrolima.com, kamis (11/9/2015).
Mulyadin
menambahkan, pihaknya sudah lama memperhatikan program PPSU, dan telah mengirim
surat ke Wali Kota Jaksel agar hak petugas PPSU segera diberikan, seperti
asuransi keselamatan dan kesehatan kerja.
“Kita sudah lama
mengamati program ini, dan pekerjaan yang mereka lakukan tergolong berbahaya
karena langsung bersentuhan dengan sumber penyakit, seperti air got dan sampah.
Dan perlengkapan kerja mereka masih belum memadai,” tegas Mulyadin.
Di sisi lain,
Luhur dan Joko anggota Dewan Kota Jaksel dai Kecamatan Pesanggrahan, dan
Setiabudi menambahkan, program PPSU harus dievaluasi, terutama untuk masalah keselamatan
dan kesehatan kerja(Wo/Gun)
