![]() |
| Bangunan Makam Roro Mendut |
Misteri, Metrolima.com - Kisah Roro Mendut dan Pronocitro adalah
sebuah legenda yang konon berdasarkan kisah nyata, cerita cinta sejati yang
pernah hidup di tanah Jawa.
Layaknya legenda bangsa Eropa
tentang Romeo dan Juliet. Hingga akhir hayatanya, kisa Roro Mendut dan
Pronocitro tak lekang di makan waktu.
Meskipun bukti sejarah cinta mereka
berupa makam yang berada di sebuah kebun milik warga di Desa Gandu, Berbah, Sleman,
Yogyakarta terkesan kumuh karena tak terawat.
Sebagai penanda makam, hanya
dibuatkan sebuah rumah kecil, yang dalam bahasa Jawa disebut cungkup. Di
bangunan cungkup berukuran sekitar 4 x 5 meter itulah, makam dua sejoli itu
berada.
Nisan tempat dimakamkan jasad Roro
Mendut dan Pronocitro ini tidak terbuat dari batu seperti nisan pada umumnya,
melainkan hanya sederhana saja terbuat dari kayu setinggi kurang lebih setengah
meter.
"Makam ini dipercaya warga
sebagai makam Roro Mendut," kata Ani, seorang warga Desa Gandu, tempat di
mana makam ini kini berada.
Menurutnya makam Roro Mendut ini
tidak terawat sejak juru kunci makam meninggal dunia. Kebetulan juru kunci itu
masih kerabatnya, makanya, Ani sedikit banyak mengetahui kisah Roro Mendut.
Menurut Ani, makam Roro Mendut dan
Pronocitro ini banyak dikunjungi warga yang ingin mengalab berkah.
Hampir setiap hari ada saja orang
yang datang untuk ngalab berkah di makam itu, terutama di malam tertentu
seperti malam Jumat Kliwon dan malam Selasa Kliwon.
"Makam ini akan ramai didatangi orang pada malam Jumat Kliwon dan malam Selasa Kliwon, kedua hari inilah yang banyak dipilih orang untuk melakukan ritual dan diyakini akan membuat terkabul semua permintaan," ujar Ani.
"Makam ini akan ramai didatangi orang pada malam Jumat Kliwon dan malam Selasa Kliwon, kedua hari inilah yang banyak dipilih orang untuk melakukan ritual dan diyakini akan membuat terkabul semua permintaan," ujar Ani.
Minta panglaris
Dari sekian banyak permintaan,
kebanyakan dari para pengalap berkah yang datang ke makam ini adalah mereka
yang berprofesi sebagai padagang yang ingin bisnis serta dagangannya diberikan
kelancaran.
Hal ini diyakini, karena semasa hidup, Roro Mendut merupakan seorang pedagang rokok yang sukses. Jadi, tuah makam Roro Mendut ini dipercaya sangat membantu mendatangkan berkah pula bagi mereka yang berprofesi sebagai pedagang.
"Banyak yang telah sukses dengan melakukan ritual di makam ini. Yang datang tak hanya warga dari wilayah sini saja, bahkan orang-orang dari daerah yang jauh datang ke makam Roro Mendut ini, ingin supaya permohonannya terkabul," katanya.
Ada serangkaian prosesi yang biasanya dilakukan oleh peziarah yang ingin ngalab berkah di makam Roro Mendut dan Pronocitro ini agar permohonan bisa terkabul.
Peritual harus membawa sesajen berupa kembang setaman dan dupa atau pula kemenyan.
Selain itu, peritual juga harus menyediakan pula bedak dan rokok untuk sesajen, karena perlengkapan inilah yang sering dibawa Roro Mendut ketika berjualan rokok dahulu semasa hidupnya.
Setelah itu, barulah dupa dan kemenyan tersebut dibakar. Sambil meletakan sesajen berikut bedak dan rokok tersebut di dekat pusara nisan kayu itu, tak lupa kemudian peritual memanjatkan permohonan yang diharapkannya.
Agar proses ritual menjadi sempurna, siapa pun orangnya yang melakukan kegiatan spiritual di makam tersebut disarankan untuk melakukan serangkaian ritual sebanyak tiga kali. Kadang selama tiga hari berturut-turut atau bisa pula di hari yang berbeda, yang penting jumlah ritualnya genap sebanyak tiga kali.
Setelah doa dan permohonan dipanjatkan di hadapan pusara Roro Mendut dan Pronocitro, para pengalab berkah ini harus melakukan prosesi ritual mengelilingi kompleks luar makam.
Perjalanan mengelilingi makam ini cukup dilakukan sekali putaran saja. Gerak putaran mengelilingi makam ini harus berlawanan arah dengan putaran jarum jam alias bergerak dengan arah putaran ke arah kiri.
![]() |
| Makam Roro Mendut |
Hal ini diyakini, karena semasa hidup, Roro Mendut merupakan seorang pedagang rokok yang sukses. Jadi, tuah makam Roro Mendut ini dipercaya sangat membantu mendatangkan berkah pula bagi mereka yang berprofesi sebagai pedagang.
"Banyak yang telah sukses dengan melakukan ritual di makam ini. Yang datang tak hanya warga dari wilayah sini saja, bahkan orang-orang dari daerah yang jauh datang ke makam Roro Mendut ini, ingin supaya permohonannya terkabul," katanya.
Ada serangkaian prosesi yang biasanya dilakukan oleh peziarah yang ingin ngalab berkah di makam Roro Mendut dan Pronocitro ini agar permohonan bisa terkabul.
Peritual harus membawa sesajen berupa kembang setaman dan dupa atau pula kemenyan.
Selain itu, peritual juga harus menyediakan pula bedak dan rokok untuk sesajen, karena perlengkapan inilah yang sering dibawa Roro Mendut ketika berjualan rokok dahulu semasa hidupnya.
Setelah itu, barulah dupa dan kemenyan tersebut dibakar. Sambil meletakan sesajen berikut bedak dan rokok tersebut di dekat pusara nisan kayu itu, tak lupa kemudian peritual memanjatkan permohonan yang diharapkannya.
Agar proses ritual menjadi sempurna, siapa pun orangnya yang melakukan kegiatan spiritual di makam tersebut disarankan untuk melakukan serangkaian ritual sebanyak tiga kali. Kadang selama tiga hari berturut-turut atau bisa pula di hari yang berbeda, yang penting jumlah ritualnya genap sebanyak tiga kali.
Setelah doa dan permohonan dipanjatkan di hadapan pusara Roro Mendut dan Pronocitro, para pengalab berkah ini harus melakukan prosesi ritual mengelilingi kompleks luar makam.
Perjalanan mengelilingi makam ini cukup dilakukan sekali putaran saja. Gerak putaran mengelilingi makam ini harus berlawanan arah dengan putaran jarum jam alias bergerak dengan arah putaran ke arah kiri.
Ritual berhubungan seks
![]() |
| Lukisan Roro Mendut |
Ada hal mistis berbau erotis yang harus dilakukan
setiap peritual sebagai tahap terakhir menyempurnakan serangkaian ritual permohonan
di makam ini. Setelah mengelilingi makam, para pengalab berkah diwajibkan
melakukan persetubuhan alias melakukan hubungan seksual antara pria dan wanita.
"Memang, kegiatan berhubungan badan di makam
tersebut telah berlangsung sejak lama, dari dahulu hingga sekarang. Yang datang
memohon ke makam tersebut pasti datang secara berpasang-pasangan,"
katanya.
Persetubuhan di akhir ritual ini, dimaknakan sebagai
simbol penyatuan jiwa dan cinta antara dua insan manusia, seperti halnya cinta
Roro Mendut dan Pronocitro yang dibawa sampai mereka berdua mati.
"Dalam melakukan hubungan badan di makam Roro
Mendut tersebut, bisa dilakukan di luar kompleks, atau di dalam cungkup itu.
Yang penting harus melakukan hubungan badan seperti suami istri," katanya.
Namun diyakini, agar permohonannya menjadi makbul,
persetubuhan yang dilakukan tersebut haruslah hubungan seks antar muhrim.
Artinya, hubungan seksual tersebut haruslah hubungan badan antara suami atau
istri yang sah, bukan dengan yang lainnya.
Peritual yang permohonannya terkabulkan, setelah
melakukan serangkaian ritual di makam Roro Mendut dan Pronocitro ini sebanyak
tiga kali, dalam mimpi tidurnya akan didatangi oleh sesosok perempuan cantik,
dialah Roro Mendut. Dan bisa dirasakan, setelah itu akan terjadi kelancaran dan
laris dalam usaha dagang yang digelutinya.(Viva/Bayu/Dody/Jat)


