![]() |
| ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan |
Ekonomi, Metrolima.com - Anggota Dewan Jaminan
Sosial Nasional (DJSN) Ahmad Anshori menilai pemberitaan negatif tentang BPJS
harus dievaluasi lagi, karena 69 persen peserta BPJS mengaku puas atas kinerja
lembaga tersebut.
orang peserta BPJS Ketenagakerjaan dan dari hasil
monitoring dan evaluasi (monev) hanya empat persen yang secara eksplisit
menyatakan tidak puas.
Karena itu, kata mantan
Direktur Operasi PT Jamsostek itu, pers hendaknya memberitakan secara
proporsional berbagai hal mengenai program BPJS baik Ketenagakerjaan maupun
BPJS Kesehatan karena manfaatnya terhadap masyarakat cukup besar.
Bukti lain bahwa manfaat
BPJS ini memiliki manfaat besar adalah jumlah peserta mandiri program BPJS
Kesehatan yang pada tahun pertama BPJS ini berjalan diperkirakan hanya 500.000
orang, ternyata yang mendaftar sampai tiga jutaan orang.
"Ini di luar
perkiraan awal saat program mandiri dicanangkan pemerintah. Mereka yang masuk
itu umumnya masyarakat yang cukup mampu, bahkan banyak sekali di antaranya
adalah keturunan Tionghoa," ujarnya saat hadir di acara Diseminasi
komunikasi publik Sistem Jaminan Sosial Nasional.
Dikatakannya, kritik
terhadap program BPJS memang harus disegerakan bila memang hal itu adalah
sebuah fakta yang tidak seharusnya terjadi.
"Namun harus
diingat bahwa kritik yang tidak proporsional dan bersifat destruksi dan terjadi
secara terus menerus, akan menjadai tekanan terhadap sistem, padahal sistem ini
banyak sekali kemaslahatannya bagi masyarakat," ujarnya.(Ant/Wo)
