![]() |
| Presiden Jokowi saat memberikan pernyataan terkait penanganan kabut asap |
Nasional, Kampar, Metrolima.com - Bencana kabut asap selalu terjadi
setidaknya dalam 17 tahun terakhir akibat dari kemunculan titik panas setiap
musim kemarau di Indonesia. Ditambah lagi kelakuan oknum baik perusahaan atau
perorangan yang sengaja membakar hutan untuk membuka lahan baru.
Pemerintah saat ini masih terus
berupaya untuk menanggulangi asap yang telah menyebar hingga negeri tetangga
ini. Melihat keefektifan pemadaman di masa mendatang, Presiden Jokowi pun
berencana membeli pesawat khusus.
"Tahun depan kita rencanakan
untuk membeli pesawat khusus untuk penanggulangan bencana. Pesawat yang bisa
membawa air lebih dari 12 ton, minimal tiga unit. Ya jadi tahun depan,"
ujar Jokowi di sela peninjauannya ke lokasi terdampak kabut asap di Kampar,
Riau lewat keterangan tertulis, Jumat malam (9/10/2015).
Selama 17 tahun melawan asap ini
Indonesia terus memakai pesawat yang hanya memiliki kapasitas 2-3 ton air.
Sehingga pemakaiannya kurang efektif.
Meski memiliki kemampuan pesawat
yang terbatas, pemerintah telah menerjunkan pasukan untuk memadamkan api secara
maksimal. Mereka harus memadamkan api pada total areal seluas 1,7 juta hektare.
"Saya sudah melihat baik
prajurit dari TNI, Kepolisian dan BNPB, saya lihat betul-betul sudah
bekerja," ungkap Jokowi.
Dari 1,7 Juta areal terbakar itu, di
Pulau Kalimantan 770 ribu ha, 35,9 % diantaranya lahan gambut. Sedangkan di
pulau Sumatera, areal terbakar seluas 593 ribu ha, 45,9 % diantaranya lahan
gambut. 221.704 ha areal terbakar berada di Provinsi Sumatera Selatan.
Untuk mempercepat pemadaman api,
pemerintah menerima bantuan pesawat yang berasal dari Malaysia, Singapura,
Rusia dan China. Pesawat-pesawat itu ada yang memliki kapasitas 12.000-15.000
liter yang belum dimiliki Indonesia.
"Kita akan fokus mengerjakan
yang titik apinya paling banyak, yaitu di Sumatera Selatan, karena asap yang
masuk kesini itu berasal dari sana," kata Jokowi.
Mengenai pesawat yang akan dibeli
nantinya, Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana menambahkan bahwa pesawat
tersebut dapat digunakan untuk keperluan lain. Meski belum dinyatakan secara
rinci apa jenis pesawat itu, tetapi nantinya akan bermanfaat untuk segala
kondisi.
"Selain dapat digunakan untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran lahan dan hutan, pesawat ini juga dapat digunakan untuk mengangkut barang-barang bantuan jika rerjadi bencana di suatu daerah," kata Ari.(dtikn/bpn/ahy/jat)
