![]() |
| Presiden Mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi di Istana Negara |
Nasional,
Metrolima.com - Presiden Joko Widodo
(Jokowi) akhirnya mengumumkan paket kebijakan ekonomi tahap pertama pada
September 2015. Pengumuman berlangsung di Istana Negara, Jokowi didampingi para
menteri bidang ekonomi.
Hadir dalam acara
tersebut Ketua OJK Muliaman D Hadad, Gubernur BI Agus Martowardojo, Menteri
ESDM Sudirman Said, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Mentan Amran
Sulaiman, Mendag Thomas Lembong, dan Seskab Pramono Anung.
"Hari ini
pemerintah meluncurkan paket kebijakan tahap pertama September 2015 yang
terdiri dari tiga langkah," kata Jokowi di Istana Rabu (9/9/2015)
1.Mendorong daya saing
industri nasional melalui deregulasi, debirokrasi, penegakan hukum dan
kepastian usaha.
Jokowi mengatakan ada
89 peraturan yang dirombak dari 154 peraturan yang masuk ke tim.
"Sehingga ini bisa
menghilangkan duplikasi bisa memperkuat koherensi, dan memangkas peraturan yang
tak relevan dan menghambat daya saing industri nasional," kata Jokowi.
Selain itu, sudah
disiapkan 17 peraturan pemerintah, 11 rancangan peraturan presiden, 2 rancangan
instruksi presiden, 63 rancangan peraturan menteri, dan 5 rancangan peraturan
lain.
"Selain itu,
pemerintah melakukan langkah penyederhanaan izin, memperbaiki prosedur kerja
perizinan, memperkuat sinergi, menggunakan pelayanan berbasis
elektronika," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan
pemerintah berkomitmen menyelesaikan semua paket deregulasi pada September dan Oktober 2015. "Jadi nanti akan ada paket I, Paket II, dan paket III akan
secara konsisten," kata Jokowi.
2.Mempercepat proyek
strategis nasional, menghilangkan berbagai hambatan, sumbatan dalam pelaksanaan
dan penyelesaian proyek strategis nasional.
Menurut Jokowi antara
lain penyederhanaan izin tata ruang dan penyediaan lahan, percepatan pengadaan
barang dan jasa pemerintah, serta deskrisi dalam hambatan masalah hukum.
"Pemerintah juga
memperkuat peranan kepala daerah untuk melakukan dan memberikan dukungan
percepatan proyek strategis nasional,"kata Jokowi.
3.Meningkatkan
investasi di sektor properti.
Menurut Jokowi
pemerintah mendorong pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan
rendah dan membuka peluang investasi yang lebih besar di properti.
"Saya ingin
menekankan paket kebijakan ekonomi bertujuan untuk menggerakan sektor riil kita
yang akhirnya memperkuat pondasi perekonomian kita ke depan," katanya.
Jokowi yakin stimulus
tahap pertama September 2015 akan memperkuat industri nasional, akan
mengembangkan usaha mikro kecil menengah dan koperasi, memperlancar perdagangan
antar daerah, dan pariwisata, dan menjadikan kesejahteraan nelayan semakin
membaik dengan menaikkan produksi ikan tangkap dan penghematan bahan bakar
sebesar 70% melalui konversi bahan bakar solar ke elpiji.
"Pemerintah tak
mungkin bisa bekerja sendirian, butuh kerja sama dan dukungan. Mari bersatu
bergotong royong menghadapi tantangan melemahnya perekonomian global. Saya
ingin menegaskan pemerintah tak hanya komitmen menggerakan ekonomi nasional
dengan paket ekonomi ini.
Pemerintah juga serius dalam melaksanakan komitmen,
saya dibantu wapres dan kabinet akan memimpin langsung sehingga ada
terobosan," kata Jokowi.(detikfinance/Maikel/Han/Ang/Jat)
