![]() |
| Ilustrasi pengosongan rumah dinas TNI |
Jakarta, Metrolima.com- Pihak Mabes TNI AD tengah gencar
mendata sekaligus melakukan pengosongan rumah dinas yang masih ditempati
oleh purnawirawan maupun keluarga purnawirawan TNI.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan
Darat Brigjen Wuryanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pengosongan di
seluruh rumah dinas TNI di seluruh Indonesia, lantaran mendesaknya kebutuhan
rumah dinas bagi prajurit yang masih aktif.
"Ya, pengosongan akan kita
lakukan di seluruh Indonesia. Karena banyak prajurit aktif yang membutuhkan
rumah dinas. Saking sedikitnya, prajurit TNI yang tidak dapat rumah dinas
bahkan sampai mengontrak," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa
(8/9/2015).
Wuryanto membantah jika pengosongan
rumah dinas tersebut sebagai bentuk intimidasi. "Mereka enggak berpikir
bahwa kebutuhan prajurit aktif lebih banyak lagi. Mereka mikirnya hanya
pengabdian mereka saja," ucapnya.
Wuryanto mengatakan, Mabes TNI AD
sama sekali tidak pernah menutup mata atas pengabdian yang telah diberikan para
purnawirawan TNI tersebut.
"Masyarakat perlu tahu, kita
tidak pernah tutup mata atas pengabdian mereka, tapi kita juga harus memikirkan
bahwa junior mereka banyak yang mengontrak. Nanti mereka (purnawirawan dan
warakawuri) akan kami beri uang kerohiman," tuturnya.
Beberapa waktu lalu, prajurit TNI
sempat mengosongkan 20 rumah dinas di Deninteldam Jaya Cibubur, Jakarta Timur.
Sama halnya dengan warga Cibubur, pengosongan yang seharusnya dilakukan Senin
(7/9/2015) kemarin di Perumahan Perwira Mabad Rawabelong, Jakarta Barat, juga
mendapat aksi penolakan.(Antara/Abp/Jat)
